Ekonomi Kapitalis, membangun ? merusak ?




بسم الله الرحمن الرحيم
EKONOMI  KAPITALIS, MEMBANGUN ? ATAU MERUSAK?
A.    Pendahuluan

Adam Smith (1776) dengan hasil pemikiran beliau yang ia bukukan dengan judul buku “The Wealth of Nations” yang telah menjadi buku rujukan dunia sebagai akar pikiran terbentuknya suatu sistem perekonomian yang akan membangun tingkat perekonomian suatu Negara.

Jika kita melihat kebelakang, dimana yang menjadikan untuk lahirnya suatu sistem baru dalam perekonomian yang didasari  dari hasil pemikiran Adam Smith ini, ternyata telah terjadi krisis besar-besaran di daratan biru Eropa. Itu disebabkan gagalnya sistem yang di sebut “Merkantilisme” dimana manusia itu dianggap sebagai makhluk yang serakah, egois, boros, dan lain sebagainya, yang menjadikan negara mengambil peran dalam mengendalikan perekonomian suatu negara. Paham Merkantilisme inilah yang dianggap gagal oleh Adam Smith dalam membangun perekonomian, terlebih lagi telah terbuktinya kegagalan pada sistem tersebut di Eropa.

The General Theory of Employment, Interest, and Money” Jhon Meynard Keynes (1867) merupakan penyempurnaan sistem kapitalis dalam menghadapi krisis Eropa.

B.     Kebobrokan Sistem Kapitalis
Teori yang dihasilkan Adam Smith, beliau berfikiran bahwa negara atau pemerintah tidak perlu ikut campur tangan dalam menangani perekonomian negara tersebut. “Laissez Faire” / “Infisible Hand”  inilah teori yang sangat terkenal yang dihasilkan beliau, yang artinya “biarlah mereka bekerja sendiri” yang dimaksud dengan biarlah mereka bekerja sendiri yaitu, biarlah mekanisme pasar itu bekerja dengan sendirinya, tidak perlu adanya campur tangan pemerintah dalam mengatur segmentasi mekanisme pasar dalam perekonomian. Bahkan jika terlalu banyak campur tangan pemerintah dalam perekonomian negara, maka yang terjadi bahwa pasar akan mengalami distorsi, yaitu ketidak-efesienan dan ketidak-seimbangan pasar.
Dalam pelajaran mikro ekonomi disana ada yang namanya teori klasik; yaitu teori yang dipelopori Adam Smith – David Richard. Yang mana masalah ekonomi terdiri dari 3 masalah; produksi, konsumsi, dan distribusi. Namun, ke-tiga permasalahan ini dapat terselesaikan dengan sendirinya dalam suatu mekanisme pasar. Misalnya; kebutuhan manusia akan bahan pokok beras. Jika terjadi suatu kelangakaan beras pada suatu daerah, maka maka secara otomatis harga beras tersebut akan melonjak, karna manusia adalah sebagai makhluk yang serakah dan egois (menurut anggapan Adam Smith) maka akan banyak petani yang akan bertani padi tanpa harus disuruh oleh pemerintah untuk menananm padi. Dan akibatnya karna beras kembali banyak dipasar (tidak lagi langka) dan menyebabkan kestabilan kembali harga beras tersebut. Inilah yang dimaksud Infisible Hand (tangan ghaib) menurut Adam Smith, mekanisme pasar bekerja sendiri tanpa campur tangan pemerintah.
Namun, jika kita lihat sistem kapitalis ini di Indonesia, apakah mungkin dapat membangun perekonomian negara ini?, mungkin sistem kapitalis terlihat maju dan berkembang di dunia barat, tapi kenyataannya apakah sistem ini sekokoh dan sekuat itu dalam membangun perekonomian?
Sebelum jauh kedalam, dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas kita perlu tahu terlebih dahulu apa itu definisi ekonomi? Dalam bukunya Sadono Sukirno “Teori Ekonomi Mikro” ekonomi merupakan segala usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya guna mencapai kemakmuran bersama. Dalam kata terakhir ini perlu diberi garis bawahi “kemakmuran bersama”, ekonomi ini merupakan strategi untuk menciptakan kesejahteraan, kemakmuran, kemajuan, suatu daerah atau negara, bukannya individual. Sistem yang dipelopori Adam Smith ini perlu diberi tanda tanya besar. Pasalnya, beliau menganggap bahwa jika setiap individu menggali kekayaannya masing-masing, maka dari situlah akan terciptanya kemajuan perekonomian negara. Realitanya mereka yang memiliki modal akan semakin kuat, dan yang kurang atau bahkan tidak memiliki materil justru akan tertindas dan tidak bisa menggali kekayaannya karna dipermainkan oleh para kapitalis (pemilik modal).
Dalam penuturan yang di presentasikan CEISMICC (Central for Islamic Studies on Mind Invasion, Civilization and Conspiracy) mereka memaparkan bahwa sistem kapitalis ini merupakan suatu “sistem dajjal”. Yang mana setiap negara dikenalkan dengan sistem kapitalis ini, dan semua bank di sentralkan pada sebuah bank sentral PBB agar dapat terperangkap dan bergantung pada setiap keputusannya dan  akhirnya berputar-putar pada lingkaran syaitannya yang berdalih untuk mengontrol moneter agar menjaga keseimbangan keuangan yang ada di dunia. Menurut Prof. Adam Weishput, beliau merupakan tokoh gerakan Zionis yang berambisi mendirikan suatu pemerintahan dunia (one world goverment), “ pemerintahan dunia dapat dicapai bila dilakukan penghapusan agama di muka bumi, kecuali paham setan (abolition of all religion, except satanism)”, kata-kata ini dikutip dari pemaparan presentasi CEISMICC.
C.     Kesimpulan
Sistem kapitalis yang terlihat kokoh dan berkembang ini ternyata jauh lebih rapuh dengan sistem perekonomian Rasulullah SAW. yang telah beliau aplikasikan pada perekonomiannya saat di kota Madinah. Krisis yang terjadi di Amerika Serikat (U.S.) ternyata jauh lebih tragis dan mengenaskan berkali-kali lipat dibandingkan dengan krisis terbesar yang pernah terjadi 1990-an di Indonesia. Krisis terberat yang pernah di alamai Indonesia tidak sampai mengakibatkan masyarakat penduduknya mati kelaparan seperti yang terjadi pada krisis yang terjadi di (U.S.) Amerika Serikat.
Lalu apakah sistem ekonomi kapitalis ini membangun? Ataukah malah sebaliknya?. Itulah yang harus dipirkan matang-matang oleh ekonom-ekonom muslim untuk mengembalikan sistem perekonomian Madinah pada dewasa ini jika tidak ingin menjadi domba-domba para kaki-tangan kapitalis (pemilik modal).

0 komentar:

Poskan Komentar